10
September 2026 22:28 WIB
SOSIAL, KESEHATAN & LINGKUNGAN 30 Kali Dilihat

Jadi Sorotan Bupati Bandung Atasi Banjir Masuk Got Irigasi

AKusman

AKusman

Penulis

Jadi Sorotan Bupati Bandung Atasi Banjir Masuk Got Irigasi
Bupati Bandung Turun Ke Got Irigasi disusul Camat dan Kades

BANDUNG — Suasana haru dan rasa kekeluargaan yang mendalam menyelimuti warga Kabupaten Bandung. Di tengah kecemasan akan datangnya ancaman bencana banjir yang sewaktu-waktu dapat merenggut senyuman anak-anak serta harta benda warga, sebuah pemandangan luar biasa menyita perhatian publik dan menyentuh lubuk hati paling dalam.

Sosok pemimpin nomor satu di Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna, tertangkap kamera tanpa ragu menceburkan diri ke dalam got irigasi yang keruh dan dipenuhi lumpur. Tanpa sedikit pun rasa cemas akan pakaian dinasnya yang kotor, ia berjongkok di antara himpitan saluran air. Kehadirannya di sana semata-mata untuk memastikan aliran air tetap lancar dan masyarakatnya selamat dari terjangan air bah. Aksi turun tangan secara langsung ini sontak membuat warga yang menyaksikannya tertegun. Tak sedikit yang menitikkan air mata, terharu menyaksikan ketulusan seorang pemimpin yang bekerja dengan segenap hati, bertempat di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan penuh makna tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi C sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bandung Tarya Witarsa, Forkopimcam Ciparay, Ketua Pentahelix, Kepala Desa Ciheulang, Kepala Desa Pakutandang, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyambut kedatangan rombongan Bupati Bandung dengan antusiasme tinggi.

Perjuangan Tanpa Kenal Lelah untuk Masa Depan Warga

Di balik aksi heroik tersebut, perjuangan sang bupati untuk menuntaskan permasalahan menahun ini dilakukan dengan dedikasi yang tanpa batas.

Bupati Dadang Supriatna menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung bergerak cepat dengan mengusulkan anggaran fantastis mencapai 947 miliar rupiah untuk penataan seluruh Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Bandung. Proyeksi kucuran dana pada tahun ini sendiri mencapai 334 miliar rupiah demi memastikan pembangunan berjalan tanpa kendala berarti.

Sebanyak 547 Daerah Irigasi, khususnya di wilayah strategis seperti Ciasihan, kini ditetapkan sebagai prioritas utama penanganan untuk memberikan rasa aman yang utuh bagi masyarakat. Pemerintah juga memastikan tidak ada tumpang tindih antara program Pentahelix dan program daerah irigasi gagasan Presiden. Guna mewujudkan hal tersebut, Ketua Komisi C dijadwalkan segera memanggil pihak BWS, DPUTR, serta tim Pentahelix untuk menyatukan visi dan langkah nyata bersama.

Sementara itu, program Pentahelix yang membutuhkan dukungan anggaran sekitar 3 miliar rupiah (non-APBD) kini terus didorong dan telah sukses berjalan di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung. Lewat kerja nyata, keringat, dan tetesan air mata perjuangan yang menyatu di lumpur irigasi, secercah harapan kini hadir menyapa warga Kabupaten Bandung. Pemerintah optimis, melalui semangat gotong royong dan ketulusan pemimpin yang mau turun langsung ke akar rumput, bencana banjir perlahan-lahan akan menjadi kenangan masa lalu.

Camat Ciparay Anjar Lugiyana mengatakan, kehadiran Bupati Bandung menjadi sebuah kebanggaan, lantaran menjadi motivasi bagi tim pentahelix. Selain itu, pengakuan Camat walau kunjungan Bupati serasa Sidak Karena mendadak, merupakan sebuah kehormatan bagi Forkopimcam serta antusiasme masyarakat sekitar.

Ketua Pentahelix Deden menyatakan, pihaknya akan bersiapsiaga karena mulai hari Senin rencana kegiatan akan dilaksanakan.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!