15
Juni 2026 22:35 WIB
PENDIDIKAN 31 Kali Dilihat

Sekolah Maung SMAN 1 Soreang Jadi Rebutan Calon Siswa

Asep Tedi

Asep Tedi

Penulis

Sekolah Maung SMAN 1 Soreang Jadi Rebutan Calon Siswa
Ketua Panitia SPMB Sekolah Maung SMAN 1 Soreang, Dicky Rahmansyah,

SOREANG – Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Maung (Manusia Unggul) di SMAN 1 Soreang tergolong tinggi. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah pendaftar mencapai 902 orang, sementara kuota yang tersedia hanya 384 kursi.

Ketua Panitia SPMB Sekolah Maung SMAN 1 Soreang, Dicky Rahmansyah, mengatakan penerimaan siswa dilakukan melalui tiga jalur, yaitu Jalur Potensi Akademik berbasis tes IQ, Jalur Prestasi Rapor, dan Jalur Kejuaraan Akademik.

"Total siswa yang diterima sebanyak 384 orang. Mereka akan dibagi ke dalam 12 kelas, dengan masing-masing kelas berisi 32 siswa," ujar Dicky, Senin (15/6/2026).

Menurut Dicky, pendaftar tidak hanya berasal dari wilayah Soreang. Peserta juga datang dari sejumlah daerah di Kabupaten Bandung seperti Pangalengan, Cimaung, Ciparay, dan Baleendah. Bahkan, ada pendaftar yang berasal dari Kota Bandung hingga Kabupaten Pangandaran.

"Peserta didik yang mendaftar cukup beragam dan tidak terpusat dari wilayah Soreang saja," katanya.

Dicky mengakui, dihapusnya sistem zonasi pada SPMB tahun ini berpotensi memengaruhi peluang calon siswa di wilayah sekitar untuk diterima. Namun, sebagai sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat, pihaknya tetap melaksanakan program tersebut sesuai ketentuan formal.

Meski demikian, siswa yang belum lolos di Sekolah Maung masih memiliki kesempatan melalui jalur reguler pada tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) maupun SPMB tahap kedua. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menggandeng sejumlah sekolah swasta melalui program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).

"Anak-anak yang tidak diterima di Sekolah Maung masih bisa mengikuti program SSK. Biayanya akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan," jelas Dicky.

Dari sisi kualitas, Dicky berharap program Sekolah Maung dapat menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh proses seleksi yang ketat melalui jalur potensi akademik dan nonakademik.

Untuk jalur prestasi rapor, calon siswa harus memiliki nilai rata-rata minimal 85, sedangkan untuk jalur kejuaraan akademik minimal 80. Pihak sekolah pun berharap adanya dukungan peningkatan sarana dan prasarana dari pemerintah guna menunjang program Manusia Unggul tersebut.

"Dengan seleksi yang ketat dan dukungan sarana yang memadai, kami optimistis kualitas peserta didik yang diterima akan semakin baik," pungkasnya.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!