03
Juni 2026 00:21 WIB
PENDIDIKAN 4 Kali Dilihat

Siasati Putus Sekolah, 100 Persen Lulusan SMPN 4 Pangalengan Lanjut Belajar

Asep Tedi

Asep Tedi

Penulis

Siasati Putus Sekolah, 100 Persen Lulusan SMPN 4 Pangalengan Lanjut Belajar
Wakil Kepala SMPN 4 Pangalengan, Nurdin,

PANGALENGAN – SMPN 4 Pangalengan berhasil memastikan seluruh lulusan tahun ajaran 2025/2026 melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Capaian ini diketahui setelah sekolah melakukan pemetaan data dalam Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/sederajat.

Wakil Kepala SMPN 4 Pangalengan, Nurdin, mengungkapkan bahwa seluruh lulusan tahun ini dipastikan tetap bersekolah, baik di SMA reguler, SMA terbuka, pendidikan nonformal, maupun pondok pesantren.

"Tahun ini seluruh lulusan melanjutkan pendidikan. Ada peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya berkisar 70 persen," ujar Nurdin, Rabu (3/6/2026).

Ia merinci, sekitar 70 persen lulusan memilih masuk ke SMA reguler, sedangkan sisanya menyebar ke SMA terbuka dan pesantren.

Menurut Nurdin, lonjakan angka melanjutkan sekolah ini tidak terlepas dari peran aktif guru dan wali kelas. Pihak sekolah secara konsisten memotivasi siswa agar tidak putus sekolah demi mengejar cita-cita.

Di sisi lain, keberadaan SMA terbuka dinilai menjadi solusi alternatif yang efektif bagi siswa yang menghadapi kendala sosial, geografis, hingga ekonomi.

"Setiap tahun kami selalu memotivasi siswa agar mau melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Kehadiran SMA terbuka sangat membantu anak-anak yang memiliki keterbatasan," kata Nurdin.

Meski mencatat tren positif, Nurdin tidak menampik bahwa tantangan drop-out (putus sekolah) di tengah jalan masih membayangi wilayah Pangalengan. Uniknya, sebagian besar kasus bukan lagi dipicu oleh faktor ekonomi, melainkan rendahnya motivasi intrinsik dari siswa itu sendiri.

"Sebagian besar (kasus putus sekolah) dipicu rendahnya minat siswa untuk belajar. Padahal, orang tua mereka sudah memberikan dukungan penuh, termasuk memfasilitasi biaya transportasi dan uang saku," ungkapnya.

Kendati demikian, secara umum angka putus sekolah di wilayah tersebut terus menyusut dari tahun ke tahun. Tren penurunan ini juga didorong oleh berbagai program bantuan pendidikan dari pemerintah yang makin tepat sasaran.

Sebagai langkah preventif, SMPN 4 Pangalengan rutin menggelar program home visit (kunjungan ke rumah) serta membangun komunikasi intensif dengan orang tua murid yang terindikasi rentan putus sekolah.

"Jika ada siswa yang berpotensi tidak melanjutkan atau berhenti di tengah jalan, kami langsung datangi rumahnya. Kami ajak orang tua berdialog untuk mencari solusi bersama," jelas Nurdin.

Melalui capaian tahun ini, Nurdin berharap motivasi belajar generasi muda di Pangalengan terus meningkat.

"Sekolah memang bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya berawal dari sekolah dan pendidikan," pungkasnya.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!