03
Juni 2026 20:19 WIB
PENDIDIKAN 4 Kali Dilihat

Resmikan Dapur Gizi Baru, Wabup Bandung Optimistis Program MBG Tekan Stunting

AKusman

AKusman

Penulis

Resmikan Dapur Gizi Baru, Wabup Bandung Optimistis Program MBG Tekan Stunting
Ali Syakieb saat meresmikan SPPG Margahayu Selatan 004 milik Yayasan Adidaya Global Nusantara

MARGAHAYU — Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb optimistis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung. Guna mendukung program nasional tersebut, infrastruktur dapur gizi di wilayah ini terus diperbanyak.

Hingga saat ini, Kabupaten Bandung telah memiliki 545 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang siap menyuplai makanan sehat untuk anak-anak dan kelompok rentan demi menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Hal itu ditegaskan Ali Syakieb saat meresmikan SPPG Margahayu Selatan 004 milik Yayasan Adidaya Global Nusantara di Kecamatan Margahayu, Selasa (2/6/2026).

"Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bandung, saya meyakini program MBG dan keberadaan SPPG ini akan berdampak besar pada penurunan kasus stunting," kata Ali.

Ali mengapresiasi fasilitas SPPG Margahayu Selatan 004 yang telah memenuhi standar operasional dan keselamatan yang tinggi. Selain berkapasitas besar, dapur ini dilengkapi sistem pendeteksi kebocoran gas otomatis untuk menjamin keamanan kerja.

"Sisi tata letak, bangunan, hingga spesifikasi fasilitasnya sangat baik. Sistem keamanan otomatis di sini bahkan layak menjadi percontohan bagi SPPG lainnya," ujarnya.

Meski infrastruktur pendukung kian matang, Ali menginstruksikan seluruh mitra penyelenggara dan koordinator wilayah untuk memperketat pengawasan di lapangan. Ia mengakui masih ada tantangan dalam pelaksanaan program baru ini, sehingga evaluasi berkala wajib dilakukan.

Ali juga mengingatkan bahwa intervensi makanan bergizi tidak akan maksimal tanpa adanya edukasi menyeluruh kepada masyarakat. Menurutnya, stunting bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh faktor lain di luar makanan.

"Masalah stunting bukan hanya soal makanan. Faktor pola asuh keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pernikahan usia dini juga menjadi persoalan hulu yang harus kita benahi bersama," tegas Ali.

Pemkab Bandung memproyeksikan hasil survei stunting yang akan digelar dalam waktu dekat bakal menunjukkan tren penurunan yang signifikan seiring masifnya intervensi gizi di lapangan.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!