15
Juni 2026 18:25 WIB
PENDIDIKAN 7 Kali Dilihat

KDS Sebut Ponpes Al-Husaeni Fondasi Kebangkitan Kabupaten Bandung

AKusman

AKusman

Penulis

KDS Sebut Ponpes Al-Husaeni Fondasi Kebangkitan Kabupaten Bandung
OBupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), Bersama Jajaran Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Husaeni Lebakbiru, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay

KAB.BANDUNG — Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), menegaskan bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Husaeni Lebakbiru, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, merupakan salah satu pesantren bersejarah yang sukses melahirkan kader-kader terbaik bangsa hingga tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan KDS saat menghadiri Haul Akbar ke-5 Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren Al-Husaeni di Ciparay, Minggu (15/6/2026).

Menurut KDS, keberadaan pesantren yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut tidak hanya berperan mencetak generasi berilmu agama, tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh yang berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

"Pesantren Al-Husaeni telah membentuk dan melahirkan santri yang menjadi tokoh hingga di tingkat nasional. Mudah-mudahan hal itu bisa diikuti oleh para santri dan santriwati yang hari ini sedang menimba ilmu," ujar KDS.

Ia mengajak para santri untuk terus belajar serta membangun karakter dan akhlak yang baik sebagai bekal menjadi generasi penerus bangsa.

"Saya yakin santri yang sedang mondok hari ini akan menjadi penerus bangsa dan negara. Semua itu diawali dengan karakter dan akhlak yang baik," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, KDS juga mengenang hubungan historisnya dengan Desa Ciheulang dan almagfurlah almarhum KH Asep Jamaludin. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya kepada masyarakat.

"Bermula dari Ciheulang saya menjadi kepala desa. Berangkat dari Ciheulang pula, alhamdulillah hari ini saya dipercaya menjadi Bupati Bandung hingga periode kedua. Ciheulang memiliki sejarah tersendiri bagi perjalanan pengabdian saya," kenangnya.

KDS menilai Desa Ciheulang dan Ponpes Al-Husaeni menjadi bagian dari sejarah kebangkitan masyarakat Kabupaten Bandung melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Oleh karena itu, KDS menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen penuh untuk terus mendukung keberadaan pesantren dan para tokoh agama. Perhatian kepada guru ngaji, pesantren, dan ulama akan tetap menjadi pilar penting dalam kebijakan pembangunan daerah.

"Pemerintah daerah tidak akan berhenti melakukan berbagai upaya perbaikan. Pada periode kedua ini, kami tetap konsisten memberdayakan tokoh agama dan memuliakan ulama," tegas KDS.

Sebagai informasi, Ponpes Al-Husaeni memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Bandung. Cikal bakal pesantren ini dimulai sekitar tahun 1919 ketika KH Husen bersama istrinya, Hj Rukiyah, merintis pengajian di Dusun Ciheulang. Seiring bertambahnya santri, kegiatan tersebut berkembang menjadi pondok pesantren yang kemudian dinamakan Al-Husaeni pada 1940 untuk mengenang jasa KH Husen.

Hingga kini, pesantren yang menaungi berbagai jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, SMP, hingga SMA tersebut telah mendidik ribuan santri dari berbagai daerah di Jawa Barat maupun luar provinsi. Sistem pendidikan yang memadukan tradisi kitab kuning dan pendidikan formal menjadi kekuatan utama Al-Husaeni dalam mencetak generasi yang unggul secara ilmu pengetahuan dan akhlak.

KDS berharap Ponpes Al-Husaeni terus konsisten menjadi pusat kaderisasi umat dan melahirkan generasi yang bermanfaat.

"Doakan para santri menjadi generasi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Itulah tujuan besar pendidikan pesantren," pungkasnya.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!