04
Juni 2026 11:15 WIB
SOSIAL, KESEHATAN & LINGKUNGAN 6 Kali Dilihat

KDS Ajak Pemuda Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi

Leni Herliani

Leni Herliani

Penulis

KDS Ajak Pemuda Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Pemuda-pemudi harus jadi perlopor pembangunan daerah, memberikan solusi atasi Sampah.

KABUPATEN BANDUNG — Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS, mengajak generasi muda Kabupaten Bandung untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor pengentasan masalah lingkungan sekaligus penggerak ekonomi kreatif dengan mengubah sampah menjadi peluang bisnis bernilai ekonomi tinggi.

Langkah strategis tersebut disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting saat membuka kegiatan "Bupati Sapa Pemuda" yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung pada Kamis (4/6/2026). Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas tingginya volume produksi sampah harian di wilayah tersebut.

KDS memaparkan bahwa dengan jumlah penduduk mencapai 3,9 juta jiwa, Kabupaten Bandung saat ini memproduksi sampah hingga 1.820 ton per hari. Dari total tersebut, kapasitas yang baru bisa dikelola oleh masyarakat dan pelaku usaha baru sekitar 600 ton per hari, sehingga menyisakan tantangan besar berupa 1.200 ton sampah per hari yang harus segera diselesaikan bersama.

Melihat urgensi itu, Bupati menegaskan bahwa persoalan ini justru membuka peluang besar bagi para pemuda untuk berwirausaha. Ia mematahkan stigma negatif tentang sampah dengan menekankan nilai ekonomis dari proses pemilahan dan daur ulang limbah, seperti plastik dan kantong kresek bekas, yang menjadi bahan baku industri bernilai jual tinggi.

"Kata siapa tidak ada uang dari sampah? Ada uang dari sampah. Bisa beli motor dari sampah, bisa beli mobil dari sampah, bahkan bisa berangkat haji dari sampah. Yang penting ada kemauan untuk mengelolanya," ujar KDS optimis.

Sebagai langkah awal, KDS mengimbau para pemuda menumbuhkan budaya hidup bersih dengan membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari skala rumah tangga demi mencegah polusi bau. Lebih jauh, ia membakar semangat generasi muda untuk berani terjun ke dunia usaha di berbagai sektor potensial lainnya, termasuk ekonomi digital, pertanian, hingga industri manufaktur.

Dalam kesempatan tersebut, KDS turut membagikan tiga prinsip utama untuk meraih kesuksesan finansial dan karier, yakni keberanian untuk memulai, kejujuran, serta tanggung jawab. Menurutnya, modal uang berada di urutan keseratus, karena yang paling utama adalah integritas, disiplin waktu, spiritualitas yang kuat, serta komitmen untuk terus belajar dari kesalahan.

Guna mendukung ekosistem kepemudaan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan. Upaya ini dibarengi dengan penciptaan 10.000 lapangan kerja baru setiap tahunnya melalui kemitraan strategis, termasuk peluang kerja internasional seperti ke negara Jepang yang saat ini membutuhkan suplai tenaga kerja lokal berkualitas.

KDS mengakhiri arahannya dengan memberikan apresiasi kepada beberapa pemuda Kabupaten Bandung yang telah terbukti sukses membangun usaha mandiri di usia 20 tahun dengan omzet mencapai Rp500 juta per tahun hingga penghasilan Rp1 juta per hari. Ia berharap program "Bupati Sapa Pemuda" ini mampu melahirkan generasi muda yang produktif, inovatif, dan tangguh dalam memajukan daerah.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!