04
September 2026 12:35 WIB
RELIGI 112 Kali Dilihat

Maulid Nabi SMPN 1 Paguyaman Tanamkan Tauladan Rosulullah

M Refsi Musa

M Refsi Musa

Penulis

Maulid Nabi SMPN 1 Paguyaman Tanamkan Tauladan Rosulullah
Foto: Kepala SMP Negeri 1 Paguyaman, Ferti Odja, S.Pd., M.Pd, saat memberikan sambutan kegiatan

BOALEMO, GORONTALO — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Paguyaman tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Kegiatan yang digelar di aula sekolah, Desa Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Jumat (4/9/2026), menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai religius sekaligus memperkenalkan budaya Gorontalo kepada generasi muda.

Peringatan Maulid tersebut diikuti warga sekolah dengan menghadirkan Ustadz Ridwan Monoarfa, S.Pd.I., M.Pd., sebagai penyampai hikmah Maulid sekaligus makna tradisi Tolangga.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ridwan mengajak para siswa untuk memaknai kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga dengan memperbanyak selawat, menjalankan sunnah, serta meneladani akhlak dan sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menceritakan perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan dan menjaga dakwah Islam. Menurutnya, keteladanan Rasulullah dapat menjadi pedoman bagi generasi muda dalam membangun karakter serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain nilai keislaman, perhatian juga diberikan terhadap tradisi Tolangga, salah satu tradisi masyarakat Gorontalo yang kerap hadir dalam peringatan Maulid Nabi.

Ustadz Ridwan menjelaskan bahwa tradisi tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang penting untuk dikenalkan kepada generasi muda agar keberadaannya tetap dikenal dan dilestarikan.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Paguyaman, Ferti Odja, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga sekolah yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ferti menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada peserta didik.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dapat dibangun melalui kegiatan keagamaan yang memberikan pengalaman dan keteladanan secara langsung kepada siswa.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mengetahui sejarah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dapat meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bersikap kepada orang tua, guru maupun kepada sesama,” ujar Ferti.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga budaya Gorontalo sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Pengenalan tradisi Tolangga kepada siswa, kata Ferti, menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi penerus.

“Budaya dan agama bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama dalam membentuk karakter anak-anak kita. Karena itu, mari kita tanamkan nilai religius sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah sejak dari lingkungan sekolah,” tambahnya.

Ferti turut menyampaikan terima kasih kepada para siswa, orang tua, serta seluruh guru yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi tahun ini.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial tahunan, tetapi mampu memberikan dampak terhadap pembentukan karakter siswa.

Menurutnya, hikmah Maulid harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti menghormati orang tua dan guru, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Suasana kegiatan juga berlangsung interaktif. Dalam sesi tausiyah, salah seorang siswa berhasil menjawab pertanyaan yang disampaikan Ustadz Ridwan. Jawaban tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SMP Negeri 1 Paguyaman.

Di penghujung sambutannya, Ferti Odja menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Paguyaman diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya membangun generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, mencintai Nabi Muhammad SAW, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki rasa bangga terhadap budaya Gorontalo.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!