TERNATE — Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengaku baru kali pertama menginjakkan kaki di Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara, pada 22 Agustus 2027. "Pulau yang indah; dari sini kita bisa melihat keagungan Gunung Gamalama," ujarnya.
Kehadiran Viva Yoga di pulau kecil yang dapat dipandang langsung dari Pulau Ternate tersebut adalah untuk menyaksikan pesta adat masyarakat setempat. Dalam perhelatan adat ini, ditampilkan Tari Salai Jin tarian tradisional asal Kesultanan Ternate yang digelar setiap empat tahun sekali serta kesenian bambu gila yang merupakan ciri khas Maluku dan Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Viva Yoga menegaskan bahwa adat dan budaya memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. "Adat dan budaya merupakan pola bagaimana mengatur hubungan dengan sesama manusia, masyarakat, dan alam semesta," tuturnya.
Ia menyebutkan bahwa ragam adat dan budaya, seperti tradisi, ritual, kuliner, bahasa, dan seni, merupakan kekayaan luar biasa yang menjadi khazanah nasional. Berbagai kekayaan budaya tersebut tumbuh subur dari Sabang sampai Merauke.
Indonesia, kata dia, memiliki 17.503 pulau dengan ribuan bahasa, suku, serta beragam agama. "Meski beragam, kita tetap berkomitmen membentuk satu bangsa, satu negara, bernama Indonesia," tegasnya.
Para raja dan sultan di masa lampau telah berkomitmen untuk menjadi satu bagian dari Indonesia. Kesultanan Ternate, yang berdiri pada tahun 1251 atau sezaman dengan Kerajaan Majapahit, hingga saat ini terbukti tetap menjaga tradisi, budaya, adat, bahasa, kuliner, serta nilai-nilai sosialnya. "Kekayaan dari Kesultanan Ternate ini harus kita jaga, bahkan dimodifikasi secara digital agar tetap lestari dan diakui dunia," tuturnya.
Melalui upaya pelestarian seperti inilah Kesultanan Ternate dapat terus hidup sepanjang masa, sementara rakyatnya tetap mencintai dan mempertahankan warisan leluhur mereka.
Bagi Kementerian Transmigrasi, Provinsi Maluku Utara juga memiliki arti yang sangat penting karena kawasan transmigrasi di wilayah ini merupakan salah satu produsen beras.
Beberapa kawasan transmigrasi yang terletak di provinsi ini meliputi:
Kawasan Morotai di Kabupaten Morotai
Patlean di Kabupaten Halmahera Timur
Sagea Waleh di Halmahera Tengah
Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan
Payahe di Kota Tidore Kepulauan
Mangoli di Kabupaten Kepulauan Sula
Toliwang di Kabupaten Halmahera Utara
Nusliku di Kabupaten Halmahera Selatan
Maba di Kabupaten Halmahera Timur
Lebih lanjut, Kementerian Transmigrasi terus mendorong agar kawasan-kawasan tersebut dapat meningkatkan produktivitas hasil panennya. "Sehingga apa yang dibutuhkan oleh kawasan transmigrasi akan kita realisasikan," pungkasnya.