SOREANG, kabandung.com — Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung menyelenggarakan acara Pembinaan dan Sosialisasi Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Tahun 2025 di Gedung Ormas Islam Soreang, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan akbar ini ditujukan untuk membumikan regulasi dan kurikulum baru yang dinilai sebagai langkah penyempurnaan mutu pendidikan keagamaan nonformal. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi (Kasi) Urusan Pegawai/Keagamaan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung, Drs. Asep Saepullah, M.Si. Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus dari 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung, dengan melibatkan masing-masing 5 Kepala Madrasah dari tiap kecamatan sebagai peserta utama.
Hadir langsung sebagai narasumber utama, Ketua FKDT Kabupaten Bandung, Dr. Daud, SH.I., M.H. Dalam pemaparannya, Dr. Daud menjelaskan bahwa Kurikulum 2025 merupakan produk hukum dan kebijakan adaptif hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag RI. Perumusan kurikulum baru ini melibatkan langsung aspirasi arus bawah melalui pengurus FKDT DPP Pusat.
"Kurikulum baru ini dirancang untuk memberikan panduan yang lebih terarah bagi para kepala madrasah serta guru diniyah dalam proses belajar mengajar. Kehadiran regulasi ini diharapkan membawa kemaslahatan dan semangat baru di lingkungan madrasah," ujar Dr. Daud, SH.I., M.H. saat memberikan materi pembinaan, dalam sambutannya.
Kegiatan ini semula diinisiasi oleh DPAC Pasirjambu di bawah pimpinan Pak Kukun, sebelum akhirnya diangkat menjadi program pembinaan resmi di tingkat kabupaten karena urgensi kebutuhan lapangan. Pada kesempatan tersebut, FKDT juga turut memberikan apresiasi kepada Pak Zul selaku CEO CV Rizqi yang telah konsisten berkontribusi mencetak buku ajar keagamaan madrasah diniyah sejak tahun 2010.
Selain membahas kurikulum, Dr. Daud juga mengumumkan agenda besar Pekan Olahraga dan Seni Antar-Madrasah Diniyah (Porsadin) yang akan dilaksanakan secara estafet dalam empat tingkatan sepanjang tahun ini. Porsadin tingkat kecamatan dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus, disusul tingkat kabupaten pada minggu keempat September. Sementara itu, untuk Porsadin tingkat provinsi akan digelar pada Oktober, dan puncaknya tingkat nasional pada bulan November 2026.
Lebih lanjut, Dr. Daud menyampaikan amanat penting dari Menteri Agama mengenai eksistensi madrasah diniyah di Indonesia. Menag menegaskan bahwa status madrasah diniyah yang sepenuhnya berbasis swadaya menunjukkan jati diri asli lembaga tersebut, yakni lahir dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Agama hadir dalam kapasitas melegalisasi dan memvalidasi kelembagaan.
Menag melalui Dr. Daud berpesan agar para pejuang pendidikan ini senantiasa menjaga nilai dasar "ISTIQOMAH" dalam mengajar, yang dijabarkan ke dalam lima karakter pengabdian:
I – Ikhlas dalam mentransfer ilmu.
S – Sabar menghadapi santri.
T – Tawadu (rendah hati) dalam bersikap.
I – Ihsan (selalu berbuat kebaikan).
Q – Qonaah (menerima segala ketetapan dengan penuh kesyukuran).
"Guru diniyah itu bukan sekadar profesi formal untuk mencari materi semata, melainkan sebuah panggilan hati dan tugas suci saking Gusti (dari Tuhan). Mereka adalah bagian dari warasatul anbiya (pewaris para nabi) yang menanamkan karakter serta ruh kebaikan pada generasi bangsa," pungkas Dr. Daud.
Informasi ini dihimpun dan didapatkan redaksi kabandung.com melalui laporan Engkus, pengurus Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Bandung yang juga merupakan jajaran pengurus FKDT Baleendah.