23
Juni 2026 23:20 WIB
OLAH RAGA 166 Kali Dilihat

KDS: KORMI Harus Jadi Motor Budaya Sehat Warga Bandung

AKusman

AKusman

Penulis

KDS: KORMI Harus Jadi Motor Budaya Sehat Warga Bandung
Bunda Bedas : KORMI harus menjadi wadah yang aktif, kolaboratif, dan mampu menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga yang menyenangkan

PANGALENGAN – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) sebagai mitra strategis pemerintah daerah. KORMI diharapkan mampu membangun masyarakat Kabupaten Bandung yang sehat, bugar, dan produktif.

Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Kang DS (KDS) saat memberikan arahan secara daring pada Orientasi Pengurus KORMI Kabupaten Bandung Tahun 2026 di The Parabon Land, Kecamatan Pangalengan, Selasa (23/6/2016).

Menurut KDS, keberadaan KORMI sangat krusial dalam mendorong masyarakat agar menjadikan olahraga sebagai kebutuhan hidup sehari-hari.

"Pemerintah Kabupaten Bandung menyambut baik kegiatan ini. Saya berharap melalui orientasi ini pengurus KORMI semakin solid dan mampu menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar KDS.

Ia menilai, tantangan terbesar saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat agar lebih aktif bergerak di tengah modernisasi gaya hidup. Rendahnya aktivitas fisik masyarakat harus dijawab melalui berbagai program olahraga rekreasi yang menyenangkan dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Melalui penguatan organisasi ini, KDS berharap KORMI Kabupaten Bandung mampu menjadi motor penggerak budaya hidup sehat.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati yang akrab disapa Bunda Bedas, menegaskan bahwa orientasi ini bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman organisasi serta menyamakan persepsi seluruh pengurus.

"Ini momen untuk memahami secara utuh tugas pokok dan fungsi masing-masing pengurus agar KORMI dapat berjalan lebih optimal," kata Emma.

Ia menekankan, seluruh pengurus harus memahami struktur organisasi, bidang kerja, serta Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang berada di bawah naungan KORMI agar program kerja berjalan efektif dan terarah. Setiap bidang dan komisi juga dituntut bekerja secara sinergis.

"KORMI harus menjadi wadah yang aktif, kolaboratif, dan mampu menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga yang menyenangkan," tambahnya.

Emma juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap regulasi keolahragaan dan tata kelola organisasi, termasuk perbedaan fungsi antara KORMI dan KONI. Hal ini diperlukan agar pelaksanaan program kerja tetap berjalan sesuai dengan koridor masing-masing.

Di akhir arahannya, ia mendorong implementasi program nasional 'Indonesia Aktif' melalui kegiatan olahraga yang inklusif dan rekreatif.

"KORMI harus mampu mengedukasi masyarakat bahwa olahraga bukan hanya aktivitas fisik, melainkan juga sarana kebahagiaan, kebugaran, dan kebersamaan," pungkasnya.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!