BANJARAN - Program Pentahelix yang dilaksanakan di Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung berkat dorongan dan semangat dari Bupati Bandung Dadang Supriatna, sehingga bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Semangat gotong royong itu dilaksanakan pasca meninggalnya seorang pelajar SMPN 1 Banjaran, dan seorang warga yang sempat menolong pelajar tersebut saat terjadi bencana banjir.
"Ketika Pak Bupati Bandung melihat ke lokasi, kondisi Sungai Cibanjaran perlu ada perhatian yang lebih intens, bukan saja dari pemerintah, juga dari masyarakat. Pak Bupati melihat banyak endapan sedimentasi, di wilayah Sungai Cibanjaran," kata Camat Banjaran Kasta Wiguna A.P., M.AP., saat ditemui di Kantor Kecamatan Banjaran, Jumat (2/10/2026).
Sama halnya kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung, kata Camat Kasta, Bupati mendorong, memberikan semangat dan motivasi ke Kecamatan Banjaran untuk melakukan upaya penanganan permasalahan sungai dengan program pentahelix.
"Berkat dorongan Pak Bupati itu alhamdulillah, kami berkumpul dan menggerakkan warga masyarakat di wilayah, dan rekan-rekan para pengusaha di Kecamatan Banjaran. Sehingga terbangun sebuah komunitas pengusaha di Kecamatan Banjaran. Alhamdulillah, sekarang juga komunikasi masih lancar," ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Banjaran juga berkomunikasi dengan pengelola DAS Cisangkuy, DPUTR Kabupaten Bandung, meminta rekomendasi terkait mana yang menjadi prioritas yang perlu diintervensi secepatnya.
"Karena pertimbangan teknis tetap perlu dari DPUTR, selaku pemangku, pengampu urusan saluran air di wilayah Ordo 3 dan ke bawahnya," ucapnya.
Kemudian dari situ, ia menyebutkan, wilayah DAS Cisangkuy, DPUTR mengarahkan ada tiga titik sedimentasi yang memang jadi prioritas yang harus segera diselesaikan.
"Kami juga berkonsultasi teknis, terkait teknis cara penanganan. Karena kontur kemiringan sungai di wilayah Banjaran memiliki kontur kemiringan yang lumayan curam. Tidak mendatar dan berbeda dengan kecamatan-kecamatan lainnya yang lebih landai, sehingga ada permasalahan atau kendala terkait aksesibilitas kendaraan alat berat. Sehingga DPUTR menyarankan dengan cara manual pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Melalui pendampingan dari DPUTR itu, lanjutnya, diimplementasikan dengan melibatkan warga masyarakat mencapai sekitar 200 orang dalam kegiatan pemberdayaan tersebut.
"Ada tiga titik prioritas yang ditetapkan oleh pengelola DAS Cisangkuy yang sudah diselesaikan. Karena dukungan dari para pengusaha juga lumayan kuat dan kompak. Kita buktikan kepercayaan itu dengan pelaksanaan yang semaksimal mungkin. Kami juga menambah target untuk pengerukan Sungai Cibanjaran. Jadi di luar titik yang jadi prioritas, kita juga melakukan pembersihan sedimentasi ke arah hilirnya," tutur Camat Banjaran.
Camat Kasta mengutarakan kalau diakumulasi pengangkutan sedimentasi itu mencapai sekitar 40 truk, dengan volume 6 meter kubik per truk, sehingga mencapai 240 meter kubik dari Sungai Cibanjaran.
"Alhamdulillah warga masyarakat memberikan apresiasi yang positif. Termasuk mendapatkan dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Bandung Pak Dadang Hemayana, yang turut mendukung secara pribadi. Beliau keterwakilan anggota dewan di dapil 7 Kabupaten Bandung, wilayah Kecamatan Banjaran khususnya. Beliau berkontribusi aktif," katanya.
Anggota Dewan Dadang Hemayana pun sempat menyampaikan, katanya, baru kali ini ada intervensi pemeliharaan sungai dengan penarikan sedimentasi. Bahkan warga setempat menyebutkan setelah 50 tahun, baru kali ini ada pemeliharaan Sungai Cibanjaran di Kecamatan Banjaran yang menjadi target program pentahelix tersebut.
"Artinya, kegiatan ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat. Jadi masyarakat, khususnya warga Banjaran sangat berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini, khususnya ke Pak Bupati Bandung yang mendorong kegiatan program pentahelix di wilayah Kecamatan Banjaran. Sepanjang sekitar 1 km aliran sungai yang berhasil dilakukan pengerukan endapan sedimentasinya," tuturnya.
Sejumlah desa di Kecamatan Banjaran juga turut aktif dalam menggerakkan semangat swadaya atau gotong royong. Seperti Desa Ciapus, Desa Kamasan, Desa Banjaran Wetan, secara mandiri melaksanakan kegiatan pembersihan sungai.
"Kami anggap itu bagian dari kegiatan pentahelix. Di antaranya, di Desa Ciapus melaksanakan program pentahelix di dua titik endapan sedimentasi di Sungai Cibanjaran. Dilakukan melalui semangat gotong royong masyarakat. Itu kan luar biasa," katanya.
Selain itu di Desa Kamasan, kata Camat Kasta, di daerah aliran Sungai DAS Cisangkuy juga melaksanakan pembersihan sampah.
"Hal itu respons positif dari masyarakat karena melihat semangat dan motivasi dari Pak Bupati untuk memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan pembersihan-pembersihan aliran sungai," ungkapnya.**