KBB – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMA Negeri 1 Cisarua berkomitmen penuh untuk berjalan selaras dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Kamis (21/5/2026).
Kepala SMAN 1 Cisarua, Neneng Titin Suryati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB diselenggarakan secara daring (online). Hal ini diterapkan guna menjamin proses penerimaan siswa baru berlangsung transparan, akuntabel, serta bebas dari segala bentuk praktik penitipan siswa.
“Demi memastikan SPMB berjalan transparan dan objektif, seluruh proses pendaftaran kami laksanakan secara online, tidak ada jalur offline,” ujar Neneng dengan penuh komitmen.
Meski berbasis digital, pihak sekolah memahami bahwa belum semua lapisan masyarakat familier dengan sistem tersebut. Oleh karena itu, SMAN 1 Cisarua membuka layanan pendampingan bagi orang tua atau calon siswa yang mengalami kendala teknis saat mendaftar.
“Bagi warga masyarakat yang masih kesulitan atau belum memahami penggunaan aplikasi pendaftaran SPMB, kami di sekolah siap memberikan bantuan dan pendampingan secara langsung agar proses pendaftaran putra-putrinya berjalan lancar,” imbuhnya.
Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan secara serentak oleh SMA Negeri di wilayah Kabupaten Bandung Barat, sebagai bagian dari pengenalan program Sekolah Maung sekaligus persiapan menyambut SPMB Tahun 2026. Demi menyamakan persepsi, SMAN 1 Cisarua mengundang berbagai unsur kewilayahan, penegak hukum, dan kependidikan. Hadir dalam acara tersebut Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, Ketua RW, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan Bandung Barat, Disdukcapil, serta para Pengawas Sekolah.
Selain unsur bercabang tersebut, agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 62 satuan pendidikan tingkat SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA yang tersebar di wilayah Kecamatan Cisarua, Parongpong, dan Lembang. Melalui sosialisasi ini, pihak sekolah juga mengedukasi masyarakat agar tidak hanya terpaku pada sekolah negeri. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi lonjakan pendaftar yang melebihi kapasitas daya tampung sekolah.
“Kami memberikan pemahaman yang humanis kepada masyarakat bahwa sekolah negeri bukanlah satu-satunya jalur untuk meraih masa depan. Sekolah swasta saat ini memiliki kualitas dan mutu pendidikan yang tidak kalah baik, sehingga dapat menjadi alternatif terbaik bagi putra-putri kita,” jelas Neneng.
Menutup keterangannya, Neneng kembali mempertegas integritas lembaga yang dipimpinnya dalam menyelenggarakan seleksi yang bersih. “Saya tegaskan dan pastikan, dalam seluruh proses pendaftaran SPMB di SMANCIS tidak ada pungutan liar atau pungli,” tegasnya.
Pihak sekolah pun terus memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat demi memastikan seluruh tahapan berjalan tanpa hambatan. “Koordinasi kami dengan Dinas Pendidikan berjalan sangat intensif. Sepanjang bulan ini saja, kami sudah tiga kali menghadiri undangan sosialisasi dan rapat koordinasi bersama,” pungkasnya. (Asted)