09
Juni 2026 21:07 WIB
PENDIDIKAN 15 Kali Dilihat

Kuota Negeri Terbatas, Sekolah Swasta dan SMA Terbuka Jadi Solusi

Asep Tedi

Asep Tedi

Penulis

Kuota Negeri Terbatas, Sekolah Swasta dan SMA Terbuka Jadi Solusi
pendaftar diperkirakan melonjak hingga 1.300 orang

KBB — Minat masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah negeri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kecamatan Padalarang terus meningkat setiap tahun. Namun, kondisi ini dihadapkan pada keterbatasan jumlah sekolah negeri di wilayah tersebut, yang saat ini hanya memiliki dua SMA Negeri dan satu SMK Negeri.

Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, menyampaikan bahwa tingginya jumlah pendaftar tidak hanya berasal dari Kecamatan Padalarang, melainkan juga dari beberapa wilayah di sekitarnya.

"Pendaftar tidak hanya didominasi dari Kecamatan Padalarang, tetapi juga berasal dari Kecamatan Cipatat, perbatasan Kecamatan Ngamprah, hingga wilayah pinggiran sebelum Batujajar. Wilayah-wilayah irisan tersebut banyak yang mendaftar ke SMA negeri di Padalarang," tutur Lina dengan ramah, Selasa (9/6/2026).

Menurut Lina, calon peserta didik dari luar wilayah domisili umumnya memanfaatkan jalur seleksi lain, seperti jalur prestasi rapor, kejuaraan, kecerdasan/bakat istimewa, afirmasi, serta keluarga ekonomi tidak mampu (KETM).

Berdasarkan hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), daya tampung di SMAN 1 Padalarang terbatas hanya untuk 432 siswa. Sementara itu, jumlah pendaftar saat ini telah mencapai sekitar 700 orang. Jika diakumulasikan dengan pilihan sekolah kedua, jumlah pendaftar diperkirakan melonjak hingga 1.300 orang.

"Artinya, tidak semua calon murid baru dapat terakomodasi, terutama pada jalur domisili yang berada di sekitar sekolah," jelasnya dengan bijak.

Menyikapi hal tersebut, Lina menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi terus mendorong pemberdayaan sekolah swasta sebagai solusi bijak untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

"Kami memang memiliki keterbatasan kuota dan kapasitas. Oleh karena itu, siswa yang belum berkesempatan tertampung akan diarahkan ke sekolah lain, termasuk sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah untuk menyambut para peserta didik," ungkapnya.

Pihak sekolah juga terus memberikan pemahaman yang humanis kepada para orang tua bahwa tidak semua pendaftar dapat diterima di sekolah negeri. Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan agar biaya pendidikan di sekolah swasta menjadi lebih terjangkau.

"Kami mengedukasi orang tua bahwa sekolah swasta saat ini juga mendapat dukungan dari pemerintah provinsi. Selain itu, di Kecamatan Padalarang telah tersedia layanan SMA Terbuka," tambahnya.

Lina menilai, SMA Terbuka merupakan alternatif yang sangat baik bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi atau sudah bekerja, namun tetap memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan.

"Siswa tetap memperoleh ijazah yang sama dengan sekolah reguler. Sistem pembelajarannya menggunakan modul dengan pertemuan bersama guru pembimbing secara berkala, sehingga anak-anak tetap bisa bekerja sambil bersekolah," terangkan Lina dengan penuh optimisme.

Sebagai penutup, ia menambahkan bahwa SMA Terbuka yang menginduk di SMAN 2 Padalarang merupakan salah satu sekolah percontohan. Program ini dihadirkan dengan ketulusan untuk menekan angka putus sekolah dan memastikan seluruh anak usia sekolah di wilayah Padalarang tetap mendapatkan hak pendidikannya.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!