22
Juni 2026 14:11 WIB
PERISTIWA 163 Kali Dilihat

KDS Minta Penguatan Kamling dan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bandung

AKusman

AKusman

Penulis

KDS Minta Penguatan Kamling dan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bandung
KDS meminta seluruh jajaran bergerak cepat mengantisipasi masalah yang berdampak langsung pada masyarakat

SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), menginstruksikan peningkatan keamanan lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino dan banjir. Arahan tegas ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bulanan Pemerintah Kabupaten Bandung di Soreang, Senin (22/6/2026).

Dalam rakor yang dihadiri sekda, kepala perangkat daerah, camat, dan direksi BUMD tersebut, KDS meminta seluruh jajaran bergerak cepat mengantisipasi masalah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Perkuat Kamling dan Pengawasan Kontrakan

Menyusul kasus penyekapan warga yang sempat menyita perhatian publik, KDS memberikan perhatian khusus pada keamanan lingkungan. Ia meminta Sekretaris Daerah menerbitkan surat instruksi kepada seluruh kepala desa untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (kamling).

"Kepedulian sosial harus ditingkatkan. RT, RW, dan pemerintah desa harus lebih peka terhadap lingkungan agar potensi permasalahan sosial bisa dicegah sejak dini," tegas KDS.

Ia juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersinergi dengan Forkopimda guna memperketat pengawasan terhadap rumah kontrakan dan kos-kosan.

Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino

Selain keamanan, potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino menjadi agenda utama. KDS memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Raharja memetakan wilayah krisis air bersih dan menyiapkan langkah mitigasi.

Berdasarkan pemetaan sementara, kemarau panjang berpotensi mengganggu pasokan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bagi ribuan pelanggan. Guna mengantisipasi dampak pada sektor pangan, Dinas Pertanian, Dinas PUTR, BPBD, dan BBWS Citarum diminta berkoordinasi menjaga ketersediaan air irigasi.

Penanganan Banjir Lewat Skema Pentahelix

Terkait persoalan banjir, KDS menyoroti tingginya sedimentasi sungai dan saluran air. Ia mendorong penguatan kolaborasi lewat program Pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha.

"Saya apresiasi kecamatan yang sudah aktif menjalankan Pentahelix. Bagi yang belum maksimal, segera turun ke lapangan karena persoalan banjir harus ditangani bersama," ujarnya. KDS juga meminta adanya sinkronisasi program dengan BBWS Citarum untuk normalisasi sungai.

Selain mitigasi bencana dan keamanan, rakor ini juga mengevaluasi capaian kinerja realisasi pendapatan serta belanja daerah semester pertama tahun 2026. KDS meminta seluruh perangkat daerah mengoptimalkan serapan anggaran dan menggali potensi pendapatan daerah secara efektif.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!