03
Juni 2026 20:06 WIB
NASIONAL 0 Kali Dilihat

Gandeng JP-MIRAI, Bupati Bandung Buka Lowongan Kerja ke Jepang Tanpa Biaya

AKusman

AKusman

Penulis

Gandeng JP-MIRAI, Bupati Bandung Buka Lowongan Kerja ke Jepang Tanpa Biaya
Pemkab Bandung telah melatih 840 peserta dan berhasil memberangkatkan 418 warga untuk bekerja di Jepang

SOREANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung resmi menjalin kemitraan dengan Japan Platform for Migrant Workers toward Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI) untuk membuka akses lowongan kerja ke Jepang tanpa biaya rekrutmen bagi warga lokal.

Komitmen tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Direktur Dewan JP-MIRAI Shisido Kenichi di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Rabu (3/6/2026). Kerja sama ini menerapkan prinsip Fair and Ethical Recruitment Initiative (FERI), di mana seluruh biaya perekrutan dibebankan kepada pihak pemberi kerja di Jepang, sehingga calon pekerja migran asal Kabupaten Bandung tidak perlu mengeluarkan biaya (skema nol rupiah).

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, kehadiran JP-MIRAI merupakan peluang besar untuk mendongkrak kuota penempatan tenaga kerja formal yang legal dan aman. Pemkab Bandung siap menyinkronkan kebutuhan industri di Jepang dengan program pelatihan kerja daerah.

"Skema yang ditawarkan ini tanpa biaya bagi calon pekerja. Ini tentu menjadi peluang yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung," kata Dadang.

Dadang, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), bahkan menawarkan perluasan pasokan tenaga kerja jika permintaan dari Jepang melonjak. Pemkab Bandung siap mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tersebut dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara menjelaskan, perluasan pasar kerja internasional ini ditargetkan untuk menyerap angkatan kerja di Kabupaten Bandung yang kini memiliki populasi produktif cukup tinggi dari total 3,8 juta penduduk. Program ini juga mendukung target daerah untuk menciptakan 10.000 lapangan kerja baru setiap tahunnya.

"Jepang merupakan negara tujuan strategis. Mereka butuh tenaga kerja, sedangkan masyarakat kita butuh akses kerja yang legal, aman, dan mampu meningkatkan kompetensi," ujar Dadang Komara.

Sebagai langkah kesiapan, Pemkab Bandung telah intensif menggelar pelatihan bahasa Jepang sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dinas setempat, sepanjang tahun 2021 hingga 2025, Pemkab Bandung telah melatih 840 peserta dan berhasil memberangkatkan 418 warga untuk bekerja di Jepang.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Pemkab Bandung memproyeksikan penguatan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing global, sekaligus menekan angka pengangguran demi mendukung visi pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!