RANCABALI — Bentuk kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh pengelola objek wisata Dusun Stroberi melalui penyelenggaraan khitanan massal untuk ketiga kalinya. Kegiatan sosial tahunan ini digelar sebagai wujud kepedulian nyata, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.
Beragam hiburan turut disiapkan untuk menyemarakkan suasana dan menghibur anak-anak peserta khitanan. Atraksi kuda renggong, sisingaan, hingga fasilitas wahana all-terrain vehicle (ATV) sukses membuat anak-anak bersuka cita.
Tak hanya diisi dengan aksi sosial dan hiburan, rangkaian acara dilanjutkan pada malam hari melalui pengajian umum. Acara keagamaan ini menghadirkan penceramah KH Ubaidillah Ruhiat, B.A., Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Rancabali, Panpan Risvan C., S.I.P., M.Si., beserta jajaran staf Kecamatan Rancabali dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Camat Rancabali mengapresiasi konsistensi Dusun Stroberi dalam melaksanakan program sosial tersebut. Menurutnya, khitanan massal yang digelar secara berkala ini sangat membantu meringankan beban masyarakat.
"Program seperti ini tentu sangat membantu masyarakat. Kami mengapresiasi kepedulian dan konsistensi Dusun Stroberi yang terus berbagi melalui kegiatan sosial," ujar Panpan.
Sementara itu, pemilik (owner) Dusun Stroberi, H. Uus Suryana, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, baik melalui sumbangan tenaga maupun pikiran.
Ia menegaskan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan bentuk kepedulian murni yang digagas dan dilaksanakan oleh pihak manajemen Dusun Stroberi.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik tenaga maupun pikiran. Alhamdulillah, kegiatan ini bisa kembali terlaksana. Ini murni merupakan kegiatan dari Dusun Stroberi," kata H. Uus.
Ia berharap para peserta khitan kelak tumbuh menjadi anak-anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
"Semoga anak-anak yang dikhitan menjadi anak yang saleh, berbakti kepada kedua orang tua, serta berguna bagi nusa, bangsa, dan agama," pungkasnya.
Penyelenggaraan khitanan massal ketiga ini menjadi bukti bahwa keberadaan dunia usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar.