21
September 2026 18:53 WIB
PERISTIWA 43 Kali Dilihat

Camat Ciparay Gercep Tanggapi Laporan Sekolah Ambruk SDN Sagaracifta

AKusman

AKusman

Penulis

Camat Ciparay Gercep Tanggapi Laporan Sekolah Ambruk SDN Sagaracifta
Camat Anjar Langsung Tinjau SDN Sagaracifta Plafon Yang Ambruk

CIPARAY - Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung melalui Pemerintah Kecamatan Ciparay gerak cepat untuk merespons laporan Kepala SDN Sagaracipta Anwar Fathoni atas kejadian ambruknya plafon ruang kelas 4 di lingkungan SDN Sagaracipta hari Minggu (20/9/2026).

 

Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Camat Ciparay Anjar Lugiyana turun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi kejadian plafon ambruk ruang kelas 4 SDN Sagaracipta Kecamatan Ciparay pada Senin (21/9/2026) pagi. 

 

"Setelah saya lihat ke lokasi memang betul plafon ruang kelas 4 SDN Sagaracipta ambruk pada hari Minggu kemarin. Ambruknya plafon itu disaat ruang kelas tidak ada aktivitas belajar mengajar karena sedang libur sekolah. Plafon yang ambruk itu hanya menimpa mebeler yang ada di bawahnya," kata Camat Anjar usai meninjau lokasi plafon ruang kelas 4 SDN Sagaracipta yang ambruk tersebut. 

 

Menurut Camat Anjar, untuk sementara waktu ruang kelas 4 SDN Sagaracipta itu tidak bisa digunakan kegiatan belajar mengajar karena material bangunan yang masih dibiarkan serta perlu ada penanganan lanjutan, untuk dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali plafon ruang kelas tersebut. 

 

"Tapi perlu diperhatikan pula plafon di ruang kelas 5 dan 6 SDN Sagaracipta yang ada di sebelahnya terancam ambruk, sehingga harus menjadi perhatian dan kesiapsiagaan untuk mewaspadai kejadian serupa yang tidak diharapkan," ujar Camat Anjar.

 

Untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan, kata Camat Ciparay, plafon dua ruang kelas 5 dan 6 SDN Sagaracipta yang terancam ambruk untuk sementara tidak digunakan kegiatan belajar mengajar dulu. 

 

"Kami berharap para siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN Sagaracipta untuk memanfaatkan ruang kelas lainnya yang dinilai aman untuk kegiatan belajar mengajar," harapnya. 

 

Lebih lanjut Camat Anjar mengungkapkan ambruknya plafon ruang kelas 4 SDN Sagaracipta itu akibat bagian bahan bangunan yang disebut tulang dan pengais plafon yang sudah rapuh. Sehingga tidak kuat untuk menahan beban plafon yang sudah termakan usia, akibatnya ambruk disaat ruang kelas sedang kosong dan tidak ada kegiatan belajar mengajar. 

 

"Saya mendapatkan laporan kejadian plafon ruang kelas 4 SDN Sagaracipta ambruk dari Kepala SDN Sagaracipta Anwar Fathoni. Saya langsung gerak cepat turun ke lapangan untuk melihat kejadian tersebut," katanya. 

 

Ia mengatakan kejadian ambruknya plafon ruang kelas 4 SDN Sagaracipta itu menjadi perhatian Pemkab Bandung melalui Dinas Pendidikan untuk dilakukan penanganan lanjutan.

 

"Supaya kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dan bisa tetap berlangsung. Semoga bisa segera ditangani untuk dilakukan pembangunan kembali ruang kelas tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga belajar atau para siswa dan para guru yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar," ungkapnya.**

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!