KAB. BANDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung launching e-learning BerAKHLAKPedia sekaligus sosialisasi penguatan dan implementasi budaya kerja BerAKHLAK di Gedung Mohamad Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Selasa (15/9/2026).
Launching e-learning BerAKHLAKPedia ini dilaksanakan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Muhammad Hairun mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Pada kesempatan itu turut hadir Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin dan jajaran perangkat daerah lainnya serta para peserta sosialisasi/ASN di lingkungan Pemkab Bandung dan mitra kerja pemerintah daerah lainnya.
Hairun menyampaikan apresiasi dan menyambut baik terselenggaranya acara ini. Ia menyebutkan kegiatan ini sebagai sarana untuk meneguhkan sebuah komitmen untuk membangun ASN yang kompeten, berintegritas dan memiliki karakter pelayanan.
"BerAKHLAK jangan berhenti sebagai akronim, jangan pula hanya menjadi tulisan di dinding atau materi dalam kegiatan sosialisasi," ujarnya.
Hairun berharap BerAKHLAK harus hidup dalam keseharian kita. Ketika masyarakat datang, kita melayani dengan ramah.
"Ketika menghadapi persoalan, kita hadir dengan solusi. Ketika bekerja, kita menjunjung integritas. Ketika diberikan amanah, kita tunaikan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Karena pada akhirnya, kata Hairun, masyarakat tidak menilai pemerintah dari seberapa banyak slogan yang diucapkan. Tetapi dari seberapa nyata pelayanan yang mereka rasakan.
"Saya juga memberikan apresiasi atas hadirnya aplikasi e-Learning BerAKHLAKPedia. Saya berharap BerAKHLAKPedia menjadi ruang belajar yang mudah diakses, relevan, dan mendorong setiap ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya," katanya.
Hairun menegaskan pembelajaran yang baik harus berujung pada perubahan perilaku. "Jangan sampai kita rajin mengikuti pelatihan, tetapi cara kita melayani tidak berubah. Jangan sampai kita memahami nilai-nilai BerAKHLAK, tetapi belum mampu menjadikannya kebiasaan dalam bekerja," tuturnya.
Hairun mengajak seluruh ASN untuk menjadikan momentum ini sebagai gerakan bersama untuk memperkuat budaya kerja yang positif, profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan.
"Mari kita bangun budaya kerja dimana integritas menjadi fondasi, kompetensi menjadi kekuatan, kolaborasi menjadi kebiasaan, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi tujuan," harapnya.
Ia berharap kepada seluruh pimpinan perangkat daerah agar tidak menjadikan implementasi BerAKHLAK sebagai kegiatan seremonial.
"Jadikan ini sebagai bagian dari cara kita memimpin, cara kita bekerja, dan cara kita memberikan pelayanan," ucapnya.
Ingat, kata dia, budaya organisasi dibentuk oleh keteladanan yang dilakukan terus-menerus. Untuk itu, mari kita mulai dari diri kita sendiri.
Mulai dari hal kecil. Mulai hari ini. Dan lakukan secara konsisten.
"Tunaikan setiap tugas dan kewajiban dengan hati, karena saya percaya, ketika ASN bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, dan bertindak dengan integritas, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Mari kita wujudkan ASN yang BerAKHLAK, dalam tindakan, karya dan pelayanan," ujarnya.
Ia berharap melalui ikhtiar ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan birokrasi yang semakin profesional, berintegritas, dan semakin dekat dengan masyarakat.
"Semoga Allah SWT, memberikan kita kemudahan dan kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten Bandung lebih Bedas, maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas," katanya.**