KABUPATEN BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk melahirkan inovasi baru guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat pengelolaan sampah berbasis wilayah. Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Bulanan Pemerintah Kabupaten Bandung di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Kamis (21/5/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas realisasi pendapatan daerah yang baru mencapai Rp2,13 triliun atau 35,72 persen dari target Rp5,96 triliun menjelang berakhirnya semester pertama tahun anggaran 2026.
“Saya berharap pada bulan Mei dan Juni ini penyerapan anggaran dapat diseimbangkan, mengingat semester pertama akan segera berakhir. Cadangan fiskal dari BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) juga harus tetap stabil agar antara pendapatan dan belanja daerah seimbang,” ujar Dadang.
Selain masalah fiskal, penanganan sampah menjadi sorotan utama dalam rakor tersebut. Pasalnya, volume sampah di Kabupaten Bandung saat ini telah mencapai 1.821 ton per hari.
Untuk mengatasinya, Bupati mendorong penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pembentukan penampungan sampah terpilah di setiap kantor pemerintahan dan desa, serta optimalisasi kolaborasi pentahelix di masing-masing wilayah.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, meminta para kepala desa untuk menggerakkan peran aktif organisasi kepemudaan setempat dalam penanganan sampah di lingkungan mereka.
Di akhir arahannya, Dadang juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat penyelesaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), meningkatkan penyerapan anggaran, serta segera menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sebagai agenda tambahan, rakor tersebut juga membahas kesiapan Dinas Pertanian dalam mengawasi kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Sebanyak 66 petugas pemeriksa disiagakan untuk memastikan hewan kurban memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). (*)