24
November 2025 02:15 WIB
EDUKASI 35 Kali Dilihat

Demi Sejarah Baru, Kades Endut Hibahkan Lahan Pribadi untuk SMAN

AKusman

AKusman

Penulis

Demi Sejarah Baru, Kades Endut Hibahkan Lahan Pribadi untuk SMAN
Kades Mekarwangi H. Endut Siap Wujudkan Mimpi Bangun Sekolah Negeri

KAB. BANDUNG |Di tengah sejuknya udara Desa Mekarwangi, Kecamatan Ibun, sebuah mimpi besar sedang dirajut oleh Kepala Desa H. Endut Suratman. Bukan sekadar membangun infrastruktur biasa, ia bertekad mengukir sejarah baru yang akan dikenang oleh generasi mendatang: mendirikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) pertama di desanya. Semangat ini bukan sekadar wacana, sebab Endut telah menyiapkan langkah konkret demi memutus rantai kesulitan akses pendidikan yang selama ini dirasakan warganya.

Keresahan sang Kepala Desa berakar dari fakta lapangan yang memprihatinkan, di mana wilayah Kecamatan Ibun, Paseh, hingga Pacet belum memiliki fasilitas SMAN sendiri. Selama ini, anak-anak harus menempuh jarak jauh ke Kecamatan Majalaya atau Solokanjeruk hanya untuk mengenyam pendidikan tingkat atas. Kondisi inilah yang memantik keberanian Endut untuk menawarkan solusi nyata, berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merespons aspirasi mendesak ini demi masa depan anak-anak desa, "ungkap H. Endut S, di ruang kerjanya (24/11/2025).

Lebih lanjut ia menurutkan, Tak tanggung-tanggung, sebagai bukti keseriusannya, Endut Suratman menghibahkan tanah pribadinya seluas 400 tumbak yang berlokasi strategis di RT 01/RW 03 Desa Mekarwangi. Lahan tersebut kini telah siap sepenuhnya, menanti sentuhan pembangunan dari pemerintah. Bagi Endut, tanah ini adalah persembahan tulus bagi masyarakat, sebuah investasi jangka panjang agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena ketiadaan fasilitas yang dekat dan memadai.

Langkah visioner ini sejalan dengan misi besar Bupati Bandung, Dadang Supriatna, untuk mendongkrak Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bandung. Endut meyakini, hadirnya SMAN di Mekarwangi tidak hanya akan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga memicu geliat ekonomi lokal. Pendidikan adalah kunci pembuka gerbang kesejahteraan, dan ia ingin warganya menjadi pelaku utama dalam kemajuan daerah, bukan sekadar penonton.

Aspirasi ini pun telah mendapat legitimasi kuat melalui musyawarah desa khusus (Musdesus) yang disaksikan langsung oleh Bupati Dadang Supriatna dalam agenda "Rembug Bedas" beberapa waktu lalu. Kesepakatan masyarakat telah bulat dan tertuang dalam berita acara resmi, menjadi modal politik dan sosial yang kuat untuk mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar segera turun tangan merealisasikan pembangunan gedung sekolah tersebut.

Kini, harapan H. Endut tertuju pada tahun 2026 sebagai momentum terwujudnya mimpi tersebut. Meskipun menyadari bahwa kewenangan berada di tangan provinsi, ia berharap Pemkab Bandung dapat terus mendorong percepatan ini, bahkan jika harus dimulai dengan sistem sekolah jauh (filial) sekalipun. Bagi H. Endut Suratman, sejarah baru Desa Mekarwangi akan tertulis tinta emas ketika lonceng sekolah SMAN pertama kali berbunyi di atas tanah yang ia ikhlaskan. (**)

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!